Postingan

Perjuangan Sang Gadis 3

     Selama berada di kelas 5, Crina dijauhi oleh teman-temannya dan terkena pembullyan. Crina merahasiakan itu dari sang ibu agar tidak merasa khawatir dan cemas untuk menjaga kesehatannya. Crina hanya dapat menangis sendirian dan tetap fokus belajar. Hingga Crina lulus sekolah dasar, ia terpisah dengan teman dekatnya yang telah meminjamkan ia payung. Sungguh, itu adalah hal yang cukup berat bagi Crina. Karena, temannya itu adalah teman yang terbaik bagi Crina.      Crina juga mendaftarkan diri ke sekolah menengah pertama negeri.      "Nak, coba gunakan ya, uang ini untuk membeli seragam. Mudah-mudah an cukup untuk keperluan yang lain juga" ucap sang ibu pada Crina.      Crina menerima uang tersebut dan menambahkannya dengan uang yang telah ia kumpulkan. Crina memfokuskan diri terlebih dahulu untuk memasuki sekolah menengah pertama.      Crina pun diterima, namun dengan syarat harus sudah memiliki seluruh seraga...

Pengalaman di PUSLING Sekolah

Gambar
     Assalamu'alaikum, halo semua. Jadi aku mau menceritakan saat ada pusling di sekolah, pusling itu singkatan dari perpustakaan keliling. Awalnya ada pesan WhatsApp dari salah satu guruku.  Nah, jadi pusling nya itu datang saat hari Senin. Di hari Senin itu, aku kebagian masuk sesi pagi. Karena aku bingung, harus izin tidak ikut jam pelajaran atau apa. Jadi aku tanyakan ke Bu Citra.  jawabannya seperti itu.       Di hari Senin, aku berangkat ke sekolah lebih dari jam setengah 7 pagi. Setelah sampai di sekolah, aku di cek suhu lalu masuk ke dalam kelas. Ketika masuk, aku melihat meja-meja tidak tersusun seperti biasanya, akupun kepikiran kalau itu bekas buat make up  untuk lomba karena ada kaca, kapas, dsb di dalam kelas. Aku coba susun mejanya buat di depan saja lalu dilanjut oleh temanku. Aku juga meminta buat yang piket untuk menyapu agar bersih. Aku tidak berdiam diri saja, aku juga coba menyusun pot-pot tana...

Perjuangan Sang Gadis 2

Gambar
Dalam beberapa Minggu, tiba-tiba...      Ayah Crina menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya. Tidak mungkin tidak ada yang merasa sedih. Crina justru menangis paling kencang suaranya, hingga perawat datang untuk menenangkannya. Ibu Crina tidak dapat jauh dari suaminya, sang ibu pun terus menerus keluar air matanya. Hingga jasad Ayah Crina di makam kan, Crina dan ibunya tampak masih merasa sedih kehilangan seseorang yang mereka sayangi.      Kini, Crina telah naik kelas 5 SD. Sebelum naik kelas, Crina masih melakukan ojek payung untuk membantu ibunya lagi. Di kelas 5, gurunya memberikan tugas membawa kertas warna untuk berlatih membuat bentuk kerajinan tangan. Hasil-hasil dari mengojek payung dan mengumpulkan uang saku sudah cukup lumayan banyak. Crina membeli kertas warna menggunakan uangnya sendiri. Keesokan harinya.      "Anak-anak sekarang keluarkan kertas warnanya, lalu kita coba membuat bentuk hewan!" Perintah gurunya...

Perjuangan Sang Gadis

     Crina, seorang anak kecil yang berumur 5 tahun ini, tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah kampung. Crina hidup dengan bahagia, ia memiliki teman bermain yang selalu siap menemaninya. Ayah Crina adalah seorang petani padi yang bekerja di sawah tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sementara itu, ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.      Selama 2 tahun berlalu, Crina akhirnya dapat memasuki sekolah dasar.  Crina hanya memakai seragam bekas tetangganya. Akan tetapi, Crina tidak merasa keberatan. Sebelumnya, Crina mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.      "Bu, ayah belum punya banyak uang untuk keperluan seluruh seragam Crina. Sepertinya, ayah akan pinjam uang dulu saja" ucap ayah Crina.      "Tidak usah pinjam uang, pinjam seragam tetangga saja. Anaknya dulu di SD nya Crina. Kalau tas, sepertinya ada" jawab ibunya.      Ternyata tetangga tersebut memberikan seragamnya untuk Crina. Crina hanya dib...