Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Perjuangan Sang Gadis 2

Gambar
Dalam beberapa Minggu, tiba-tiba...      Ayah Crina menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya. Tidak mungkin tidak ada yang merasa sedih. Crina justru menangis paling kencang suaranya, hingga perawat datang untuk menenangkannya. Ibu Crina tidak dapat jauh dari suaminya, sang ibu pun terus menerus keluar air matanya. Hingga jasad Ayah Crina di makam kan, Crina dan ibunya tampak masih merasa sedih kehilangan seseorang yang mereka sayangi.      Kini, Crina telah naik kelas 5 SD. Sebelum naik kelas, Crina masih melakukan ojek payung untuk membantu ibunya lagi. Di kelas 5, gurunya memberikan tugas membawa kertas warna untuk berlatih membuat bentuk kerajinan tangan. Hasil-hasil dari mengojek payung dan mengumpulkan uang saku sudah cukup lumayan banyak. Crina membeli kertas warna menggunakan uangnya sendiri. Keesokan harinya.      "Anak-anak sekarang keluarkan kertas warnanya, lalu kita coba membuat bentuk hewan!" Perintah gurunya...

Perjuangan Sang Gadis

     Crina, seorang anak kecil yang berumur 5 tahun ini, tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah kampung. Crina hidup dengan bahagia, ia memiliki teman bermain yang selalu siap menemaninya. Ayah Crina adalah seorang petani padi yang bekerja di sawah tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sementara itu, ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.      Selama 2 tahun berlalu, Crina akhirnya dapat memasuki sekolah dasar.  Crina hanya memakai seragam bekas tetangganya. Akan tetapi, Crina tidak merasa keberatan. Sebelumnya, Crina mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.      "Bu, ayah belum punya banyak uang untuk keperluan seluruh seragam Crina. Sepertinya, ayah akan pinjam uang dulu saja" ucap ayah Crina.      "Tidak usah pinjam uang, pinjam seragam tetangga saja. Anaknya dulu di SD nya Crina. Kalau tas, sepertinya ada" jawab ibunya.      Ternyata tetangga tersebut memberikan seragamnya untuk Crina. Crina hanya dib...