Perjuangan Sang Gadis 2
Dalam beberapa Minggu, tiba-tiba... Ayah Crina menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya. Tidak mungkin tidak ada yang merasa sedih. Crina justru menangis paling kencang suaranya, hingga perawat datang untuk menenangkannya. Ibu Crina tidak dapat jauh dari suaminya, sang ibu pun terus menerus keluar air matanya. Hingga jasad Ayah Crina di makam kan, Crina dan ibunya tampak masih merasa sedih kehilangan seseorang yang mereka sayangi. Kini, Crina telah naik kelas 5 SD. Sebelum naik kelas, Crina masih melakukan ojek payung untuk membantu ibunya lagi. Di kelas 5, gurunya memberikan tugas membawa kertas warna untuk berlatih membuat bentuk kerajinan tangan. Hasil-hasil dari mengojek payung dan mengumpulkan uang saku sudah cukup lumayan banyak. Crina membeli kertas warna menggunakan uangnya sendiri. Keesokan harinya. "Anak-anak sekarang keluarkan kertas warnanya, lalu kita coba membuat bentuk hewan!" Perintah gurunya...