Perjuangan Sang Gadis 3
Selama berada di kelas 5, Crina dijauhi oleh teman-temannya dan terkena pembullyan. Crina merahasiakan itu dari sang ibu agar tidak merasa khawatir dan cemas untuk menjaga kesehatannya. Crina hanya dapat menangis sendirian dan tetap fokus belajar. Hingga Crina lulus sekolah dasar, ia terpisah dengan teman dekatnya yang telah meminjamkan ia payung. Sungguh, itu adalah hal yang cukup berat bagi Crina. Karena, temannya itu adalah teman yang terbaik bagi Crina.
Crina juga mendaftarkan diri ke sekolah menengah pertama negeri.
"Nak, coba gunakan ya, uang ini untuk membeli seragam. Mudah-mudah an cukup untuk keperluan yang lain juga" ucap sang ibu pada Crina.
Crina menerima uang tersebut dan menambahkannya dengan uang yang telah ia kumpulkan. Crina memfokuskan diri terlebih dahulu untuk memasuki sekolah menengah pertama.
Crina pun diterima, namun dengan syarat harus sudah memiliki seluruh seragam sekolahnya.
"Aduhh gimana nih, uangnya kurang. Kalau minta ke ibu, kasihan ibu" Crina bergumam di dalam kamar.
Sang ibu yang sedang berjalan menuju dapur, melewati kamar Crina, ia mendengar kata-kata tersebut. Karena tidak ingin membuat anaknya sedih, Ibu Crina pun pergi keluar untuk mencari pekerjaan lain. Selang 4 hari sebelum masuk sekolah dimulai, Ibu Crina memberikan uang hasil kerjanya pada Crina.
"Nak, karena takut uangnya kurang untuk membeli seragam, ini ibu tambahkan lagi" ucap sang ibu dengan tangan memegang uang yang akan diberikan.
"Wahh, terima kasih banyak ibu. Sepertinya sudah cukup, besok Crina akan pergi ke sekolah untuk mengambil dan membayar seragamnya" jawabnya dengan tersenyum dan memberikan pelukan hangat.
Waktu masuk sekolah sudah dimulai, Crina sedang bersiap-siap. Tidak lama terdengar suara "DUK" dari luar kamarnya. Crina dengan cepat pergi keluar kamarnya karena penasaran, ternyata Crina tidak salah lihat.
"IBU!!!" Suara teriakan Crina.
Sang ibu terlihat sangat lemah dan sangat letih. Crina pergi keluar rumah untuk mencari bantuan. Datanglah para tetangga ke rumah Crina dan melihat.
"Innalilahi wa innailaihi rojiun"
Crina yang mendengar itupun menangis, ia pun membatalkan untuk pergi berangkat ke sekolah nya.
Tunggu untuk akhir.
Komentar
Posting Komentar